liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Berkat Hilirisasi, Ekspor Nikel Tahun ini Berpotensi Tembus Rp 440 T

Dukung Hilirisasi, Erick Thohir: SDA RI Sudah Lama Perkaya Negara Lain

Pemerintah mengatakan program hilirisasi bijih nikel menjadi baja dan bahan baku baterai telah memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan nilai ekspor negara.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, nilai ekspor kedua komoditas itu tahun ini diperkirakan mencapai US$ 28,2 miliar atau setara Rp 442,74 triliun (kurs Rp 15.700 per dolar AS).

Luhut melaporkan, ekspor komoditas baja itu pada 2021 mencapai US$ 20,95 miliar, sedangkan pengolahan lanjutan bijih nikel menjadi bahan baku baterai juga berkontribusi pada pencapaian ekspor senilai US$ 310 juta pada tahun yang sama.

“Tahun ini baja mungkin sekitar US$ 23 miliar atau US$ 26 miliar. Kita beruntung tujuh tahun lalu mulai melakukan hilirisasi,” kata Luhut dalam Rapat Koordinasi Penanaman Modal 2022, Rabu (30/11).

Dalam paparannya, Luhut mengatakan proyeksi ekspor baja ke luar negeri bisa mencapai US$23,16 miliar pada 2022.

Perhitungan ini akan meningkat menjadi US$ 28,2 miliar jika nilai ekspor baja digabungkan dengan total ekspor bahan baku baterai yang terdiri dari nickel pig iron, ferronickel, nickel matte, dan mixed hydroxide precipitate (MHP).

MHP merupakan prekursor nikel sulfat atau kobalt sulfat yang merupakan bahan baku komponen baterai. Komoditas ini merupakan hasil pemurnian dari peleburan nikel High Pressure Acid Leach (HPAL).

“Kalau melihat ekspor baja dan bahan baku baterai ke dunia, kita bisa meraup hampir US$ 30 miliar. Kalau tidak ada hilirisasi saat itu, angka ini tidak akan ada dan ekonomi kita akan jatuh hari ini. ,” kata Luhut.

Sebelumnya, Luhut mengatakan pemerintah terus memperluas investasi pengembangan hilirisasi mineral di Indonesia. Setelah keberhasilan kebijakan hilirisasi bijih nikel dan larangan ekspor, pemerintah akan menerapkan skema serupa untuk hilirisasi produk tambang timah, bauksit, dan tembaga melalui kerja sama dengan China.

Luhut mengatakan, kerja sama dengan China selama delapan tahun terakhir memberikan kontribusi positif melalui pembangunan beberapa pusat industri terpadu seperti di Morowali hingga kawasan industri Bintan.

Perusahaan China yang sudah masuk ke sektor pengolahan nikel antara lain PT Bintang Eight Mineral, PT Virtue Dragon Nickel Industry, dan Jiangsu Delong Nickel Industry Company Limited.

Pada 2019, nilai ekspor bijih nikel mentah hanya US$ 30 per ton, sedangkan nilai feronikel yang diolah melalui pemurnian mencapai US$ 1.300 per ton dan setelah diolah menjadi stainless steel menjadi US$ 2.300 per ton. Nilai ekspor nikel olahan sebesar US$ 20,9 miliar atau Rp 360 triliun pada 2021.

“Sekarang ekonomi Indonesia bisa terus ditopang karena proses hilirisasi, meski hanya bijih nikel. Sekarang kami sedang berdiskusi dengan teman-teman dari China soal hilirisasi timah, bauksit, dan tembaga,” kata Luhut beberapa waktu lalu, Jumat (28/10).