liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77

Boy Thohir Ungkap Strategi Transisi Energi Adaro: EBT Hingga Baterai

Boy Thohir Ungkap Strategi Transisi Energi Adaro: EBT Hingga Baterai

Garibaldi “Boy” Thohir buka-bukaan soal strategi transisi energi di perusahaan yang dipimpinnya, Adaro Energi. Dia mengungkapkan dalam waktu 10 tahun pangsa perseroan di bisnis energi terbarukan bisa mencapai 20 persen, salah satunya melalui pembangkit listrik tenaga air dan surya.

Boy menegaskan dalam pelaksanaan transisi energi, Adaro tidak akan meninggalkan bisnis batu bara. Batubara akan dijaga, ditangani sebaik mungkin sesuai dengan good mining practice atau praktik penambangan yang baik.

“Adaro akan berubah, dalam arti transformasi tidak akan meninggalkan yang lama. Dalam jangka panjang kita akan masuk ke energi terbarukan, energi hidroelektrik, dan pembangkit energi surya,” ujarnya di Doha, Qatar, dikutip Selasa (20/12).

Dia menargetkan kontribusi energi terbarukan terhadap total pendapatan perusahaan menjadi 20% dalam 8-10 tahun ke depan. “Saya kira mungkin katakanlah 8-10 tahun dari sekarang, kontribusi energi terbarukan bisa 20%,” kata saudara Menteri BUMN Erick Thohir itu.

Terkait PLTA, Boy mengungkapkan adaro berencana mengembangkannya di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara).

“Di Kalimantan Utara, kami memiliki lahan yang luas. Kemudian pembangkit listrik tenaga air akan memiliki bendungan besar, di atasnya kita bisa menggunakannya untuk membangun panel surya di atas air, terapung. Potensinya sangat besar,” kata Boy.

Namun, Adaro akan melakukan transisi energi secara bertahap. Menurut Boy, target perusahaan dalam melaksanakan transisi energi akan disesuaikan dengan target emisi nol bersih Indonesia pada tahun 2060 atau sebelumnya.

“Anggap Indonesia bisa lebih cepat di tahun 2050, saat itu saya akan melakukan transisi sesuai komitmen Indonesia kepada dunia. Adaro pasti ingin berkomitmen secara positif. Tapi semuanya tidak semudah bertepuk sebelah tangan,” ujarnya.

Tiga Pilar Transisi Energi Adaro

Boy menjelaskan, bisnis Adaro ke depan terdiri dari tiga pilar. Pilar pertama, Adaro Energi, merupakan bisnis eksisting di sektor batubara yang akan terus berlanjut. “Ini akan menjadi sapi perah kelompok,” katanya.

Kemudian pilar kedua, Adaro Minerals. Menurut Boy, Adaro Minerals selanjutnya akan mengembangkan peleburan aluminium yang akan diperluas ke sumber daya mineral lainnya, dan pada akhirnya memasuki bisnis baterai kendaraan listrik.

“Indonesia punya bauksit, nikel, tembaga. Jika kita berbicara tentang EV (kendaraan listrik), jantungnya ada di baterai. Siapa pun yang menguasai baterai, dia akan mengendalikan EV,” ujar Boy.

Pilar ketiga adalah energi terbarukan, dimana dalam 8 hingga 10 tahun ke depan Adaro akan mengembangkan pembangkit listrik tenaga air dan surya yang akan digunakan untuk menggerakkan operasional perusahaan.

“Adaro akan menjadi satu-satunya industri yang akan menggunakan sumber energi terbarukan. Itu akan menjadi nilai premium, karena baterainya adalah baterai hijau, aluminium hijau, dan sebagainya. Impian saya belum lama ini, 10 tahun dari sekarang bisa terwujud,” ujarnya.