liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77

Diisukan Batal, PLN Masih Lanjutkan Program Konversi Kompor Listrik

Diisukan Batal, PLN Masih Lanjutkan Program Konversi Kompor Listrik

PLN mengaku akan terus menjalankan program kompor listrik sebagai upaya penyediaan energi bersih dan elektrifikasi di sektor rumah tangga. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, program ini merupakan aksi korporasi yang tidak terikat dengan program pemerintah.

“Program kompor listrik tetap kami jalankan tapi tidak dalam kerangka subsidi kompensasi. Jadi ini soft sale ke pelanggan kami dengan kapasitas terpasang tanpa subsidi,” kata Darmawan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Senin (28/2). /11).

Ia menyatakan penggunaan kompor listrik dinilai lebih hemat dibandingkan penggunaan gas elpiji tanpa subsidi. Secara perhitungan, harga LPG Bright dijual dengan harga Rp 18.000 per kilogram (kg). Sedangkan penggunaan kompor listrik berada pada kisaran Rp 11.700 hingga Rp 12.000 per kg setara listrik.

“Namun jika dibandingkan LPG 3 kg bersubsidi yang harganya Rp 18.000 per 3 kg di pasaran, tentu menggunakan kompor listrik harganya dua kali lipat. Dari Rp 6.000 menjadi Rp 12.000,” ujarnya.

Untuk mendukung pelaksanaan program elektrifikasi, PLN terus membuka lelang kepada perusahaan yang bersedia bekerja sama menjadi pemasok kompor listrik, dengan skala unit lebih kecil dari rencana ketika konversi masuk dalam rencana program pemerintah pada Agustus. -September.

“Program ini akan kami lanjutkan dan ini bukan lagi program pemerintah tetapi aksi korporasi. Lelang tetap dilanjutkan dengan syarat skala kami turunkan sesuai stok yang mereka berikan,” kata Darmawan.

Wacana pemerintah tentang elektrifikasi di sektor rumah tangga juga diperkuat dengan rencana pembagian penanak nasi listrik gratis sebagai upaya peningkatan konsumsi listrik rumah tangga.

Hingga September 2022, konsumsi listrik masih sebesar 1.169 kilowatt jam (KWh) per kapita, masih jauh di bawah target tahun ini sebesar 1.268 KWh.

Plt Sekjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Ida Nuryatin Finahari mengatakan, optimalisasi penyerapan listrik di sektor rumah tangga akan terus dilakukan melalui Program Bantuan Penanak Nasi Listrik atau PBPNL yang saat ini masih menunggu regulasi sebagai landasannya. untuk implementasi.

Sasaran keluarga penerima (KPM) paket penanak nasi elektrik ini adalah rumah tangga dengan daya 450 volt ampere (VA) dan 900 VA. Pemilihan target tersebut dihitung berdasarkan survei PLN yang menyatakan mayoritas pelanggan 450 VA dan 900 VA menggunakan LPG 3 kg.

“Melebihi verifikasi daya 450 dan 900 VA oleh Kepala Desa termasuk pengguna elpiji 3 kg,” ujar Ida saat menjadi narasumber dalam forum diskusi publik online, Jumat (25/11).

Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tahun anggaran 2023, pemerintah berencana mendistribusikan 680.000 unit penanak nasi listrik ke seluruh Indonesia. Ida menjelaskan, KLH yang menjadi target pendistribusian rice cooker tidak perlu menambah pasokan listrik.

“Kementerian ESDM juga sedang mempersiapkan penyaluran e-cooking yang bertujuan untuk pemanfaatan energi bersih, peningkatan konsumsi dan penghematan biaya memasak dengan nilai paket program Rp 500.000 per KPM,” kata Ida.