liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77

Dirikan Posko hingga Sebar SPKLU, PLN Jaga Keandalan Listrik Nataru

Dirikan Posko hingga Sebar SPKLU, PLN Jaga Keandalan Listrik Nataru

PLN menjamin keandalan pasokan listrik untuk masa siaga Nataru 2022/2023 periode 19 Desember 2022 hingga 4 Januari 2023. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, pihaknya telah meningkatkan kehandalan pembangkit, transmisi, dan distribusi. instalasi.

Selain itu, PLN juga telah mengamankan pasokan bahan bakar untuk pembangkit batu bara, gas, dan solar. Rata-rata ketahanan pasokan energi primer berada pada 20 hari operasi (HOP). PLN juga telah menyediakan 2.571 posisi selama momentum Nataru. Mayoritas dari ribuan posisi tersebut berada di kantor-kantor PLN.

“Bulan Agustus 2019 kita mengalami pemadaman listrik, krisis energi primer. Kali ini menghadapi Nataru, kita sudah menyiapkan segala sesuatunya, baik dari pasokan energi utama dari batu bara, pasokan gas, dan pasokan bahan bakar,” ujarnya saat Nataru Standby Apple 2022 /2023 di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin (20/12).

Guna menjaga kehandalan pasokan listrik di seluruh Nataru tahun ini, PLN telah menyediakan 1.505 unit tenaga, 653 unit uninterruptible power supply (UPS), 899 unit gardu induk (UGB), 16 unit trafo bergerak, 37 unit ERS Siaga, 160 crane unit, 3.296 unit mobil. , dan 3.293 unit sepeda motor.

“Seluruh kantor kami menjadi posko Nataru. Total lebih dari 1.000 kantor kami menjadi posko siaga,” kata Darmawan.

Menyediakan fasilitas bagi pengemudi kendaraan listrik. PLN juga telah menyediakan 569 SPKLU di 237 lokasi di seluruh Indonesia. Dengan sebaran masing-masing 155 unit di Jawa, 34 unit di Bali dan 23 unit di Sumatera. Selain itu, juga terdapat 11 unit SPKLU di wilayah Sulawesi Maluku-Papua, Kalimantan 10 unit, dan Nusa Tenggara 4 unit.

“Staf kami sudah melakukan persiapan sejak pagi hingga awal tahun depan. Setiap gereja, alun-alun, rumah sakit, tempat perayaan Natal dan Tahun Baru mohon diwaspadai,” kata Darmawan.

Executive Vice President PLN Dispriansyah mengatakan, langkah PLN menambah jumlah SPKLU bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi pengemudi mobil listrik yang ingin melakukan perjalanan jauh.

Ratusan SPKLU tersebar di berbagai lokasi strategis seperti bank, pusat perbelanjaan, restoran cepat saji, perkantoran, operator jasa transportasi hingga dealer kendaraan bermotor. Bahkan, sebanyak 100 unit SPKLU telah dibangun di gerai restoran cepat saji KFC.

“Kami dari PLN membantu kenyamanan masyarakat yang akan menggunakan mobil listrik untuk beraktivitas. Semoga ini dapat membantu masyarakat merasa nyaman dalam beraktivitas,” ujarnya.

Konsumsi Listrik Diproyeksikan Meningkat 25% Selama Nataru

PLN juga memperkirakan tingkat konsumsi listrik selama Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 akan meningkat. Peningkatannya bisa mencapai 25% dibandingkan tahun lalu.

Hal ini tak lepas dari keadaan aktivitas masyarakat yang lebih mobile setelah pandemi Covid-19 mereda. “Tahun ini kami perkirakan beban Nataru naik 6% hingga 25% dibanding periode Nataru tahun lalu,” ujarnya.

Sementara untuk tahun depan, PLN memperkirakan akan ada peningkatan penjualan listrik sekitar 6 Thours (TWh) mulai tahun 2022. Dengan kenaikan tersebut, PLN memproyeksikan kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik mencapai 161,2 juta ton.

Direktur Pengembangan Batubara PLN Eko Yuniarto menjelaskan, angka tersebut telah memperhitungkan variabel stok batu bara minimum hari operasi (HOP) 15 hingga 20 hari.

“Pertumbuhan penjualan listrik secara konsolidasi sebesar 4,23%, kenaikan tersebut karena penambahan injeksi pelanggan yang besar,” kata Eko.