liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86

Dua Perusahaan Cina Tertarik Investasi Tambang dan EBT di Indonesia

Dua Perusahaan Cina Tertarik Investasi Tambang dan EBT di Indonesia

Kementerian ESDM membuka peluang investasi kepada dua perusahaan energi asal China untuk mengembangkan mekanisme tambang bawah tanah dan pengembangan energi terbarukan di Indonesia.

Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Pembangunan Industri Sektor ESDM Agus Tjahajana mengatakan perusahaan pertama adalah China Qinfa Group Ltd. Perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan batu bara itu disebut-sebut akan berinvestasi dalam pengembangan tambang bawah tanah.

“China memang ahli dalam penambangan bawah tanah, mungkin material yang mereka miliki di Kalimantan ada di bawah tanah,” kata Agus saat ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (25/11).

Perusahaan kedua, Duofu International Holding Group Co Limited, dikabarkan berinvestasi dalam produksi energi terbarukan melalui pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit listrik tenaga angin (PLTB).

“Kemudian yang lain mengajak kami karena ingin masuk ke energi terbarukan. Dia juga terlibat dalam pembuatan kendaraan listrik,” ujarnya. Meski demikian, Agus mengatakan belum ada komitmen tegas terkait kepastian investasi dari kedua perusahaan tersebut.

Pertemuan antara Kementerian ESDM dengan Qinfa dan Duofu Group digelar di Kantor Kementerian ESDM pada Jumat sore ini. “Belum, belum ada komitmen investasi, tapi ketuanya datang. Jadi ini serius,” kata Agus.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan China menginvestasikan US$ 2,3 miliar di Indonesia dari Januari hingga September 2021.

Nilai investasi ini menempati urutan ketiga sebagai investor asing terbesar di Indonesia. Sementara posisi pertama masih ditempati Singapura dengan nilai US$7,3 miliar. Kemudian, Hong Kong naik ke posisi kedua dengan nilai US$3,1 miliar.

Jika melihat trennya, nilai investasi China meningkat sejak 2018. Nilai investasi China tercatat US$ 2,4 miliar pada 2018, menempati urutan kedua setelah Singapura dan Jepang.

Kemudian, peringkat China naik ke posisi kedua dengan nilai US$4,7 miliar pada 2019. Kemudian ketika wabah datang ke Indonesia, investasi China kembali meningkat menjadi US$4,8 miliar pada 2020.