liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77

Ekspor Tembaga Dilarang, 2,7 Juta Ton Konsentrat Terancam Tak Terolah

Ekspor Tembaga Dilarang, 2,7 Juta Ton Konsentrat Terancam Tak Terolah

Pengusaha tambang menyoroti rencana pemerintah melarang ekspor konsentrat tembaga pada pertengahan tahun ini untuk mendorong hilirisasi. Langkah ini dinilai pengusaha terlalu terburu-buru di tengah infrastruktur pabrik pengolahan mineral (smelter) yang masih belum optimal.

Menurut perhitungan pelaku usaha, ada 2,7 juta ton konsentrat tembaga yang tidak bisa diolah atau terbuang sia-sia jika larangan ekspor diberlakukan pada pertengahan tahun ini.

Ketua Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi), Rizal Kasli menjelaskan, angka tersebut dihitung dari kapasitas produksi dua perusahaan tambang tembaga, yakni PT Freeport Indonesia (PTFI) dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara, yang masing-masing berproduksi tahunan. kapasitas produksi 3,1 juta ton dan 900.000 ton.

Menurut Rizal, sejauh ini baru ada satu smelter tembaga yang mampu mengolah konsentrat tembaga menjadi produk lanjutan dengan kapasitas input 1 juta ton milik PT Smelting Gresik.

Kapasitas peleburan PT Smelting direncanakan akan ditingkatkan sebesar 300 ribu ton per tahun. Sehingga proyeksi penyerapan konsentrat tembaga di dalam negeri hanya sekitar 1,3 juta ton per tahun dengan produksi katoda tembaga 300 ribu ton.

“Ada 2,7 juta ton yang tidak bisa diolah di dalam negeri. Mau tidak mau harus diekspor. Kalau tidak, Freeport dan Amman akan berhenti berproduksi,” kata Rizal kepada Katadata.co.id, Rabu (11/1). .

Rizal menambahkan, pemerintah sebenarnya perlu mengkaji total kapasitas produksi, serapan, dan sisa konsentrat yang tidak bisa diolah sebelum menerapkan moratorium konsentrat tembaga.

“Menurut kami, pemerintah berusaha menghitung ulang karena saat ini infrastruktur pengolahan hanya dari PT Smelting,” kata Rizal.

Menurut data Kementerian ESDM, hingga November 2022, terdapat dua smelter tembaga yang telah beroperasi, yakni PT Peleburan dan smelter milik PT Batutua Tembaga Raya di Maluku dengan kapasitas produksi sekitar 25 ribu ton. . tembaga katoda setiap tahun.

Selain itu, ada dua smelter lagi yang sedang dibangun, yakni milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Gresik, Jawa Timur, dan milik PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di Benete, Kabupaten Sumbawa Barat, NTB. .

Kepala Divisi Hubungan Kelembagaan MIND ID, Niko Chandra, menyampaikan progres pembangunan smelter PTFI Gresik pada akhir Desember 2022 telah mencapai sekitar 50% dan ditargetkan selesai pada akhir 2023.

“Fasilitas kilang tersebut akan dapat beroperasi pada akhir Mei 2024. Kemudian secara bertahap meningkatkan output operasional hingga beroperasi secara komersial pada akhir tahun 2024,” ujar Niko melalui SMS, Rabu (11/1).

Niko menjelaskan, proyek pembangunan kilang PTFI meliputi tiga proyek utama di antaranya smelter tembaga baru berkapasitas 1,7 juta ton per tahun di kawasan industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik.

Sedangkan pengadaan peleburan tembaga PT Amman Mineral di Kabupaten Sumbawa Barat diprediksi akan selesai pada akhir tahun 2024.

Corporate Communications Manager Amman Mineral, Kartika Octaviana mengatakan, pembangunan smelter hingga November 2022 mencapai 47% dengan total nilai investasi US$ 1 juta.

Kemudian smelter tembaga itu akan mampu memproduksi katoda tembaga hingga 222.000 ton per tahun dari masukan 900 ribu ton konsentrat. Pabrik pengolahan dan pemurnian tembaga ini dibangun di kawasan Batu Hijau, dekat dengan lokasi tambang perseroan.

“Pasir pekat diolah di smelter, katoda tembaga dilepas dalam bentuk lempengan,” kata Kartika saat ditemui di Gedung Nusantara I DPR, Kamis (11/10/2022).