liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77

Harga Batu Bara RI Turun Tajam 8,7% Dipicu Kebijakan Cina dan India

Konsumsi Batu Bara Global Tahun 2022 Diramal Capai Rekor 8 Miliar Ton

Harga Batubara Acuan (HBA) Desember 2022 ditetapkan US$ 281,48 per ton. Angka tersebut turun 8,67% atau US$ 26,72 per ton dibandingkan HBA bulan sebelumnya sebesar US$ 308,2 per ton.

Penurunan ini antara lain karena rencana India mengurangi kapasitas pembangkit listrik tenaga batu bara (PLTU). Kebijakan Zero Covid China turut berkontribusi terhadap turunnya harga batu bara karena berdampak pada penurunan permintaan batu bara akibat berkurangnya permintaan listrik akibat pembatasan aktivitas manufaktur.

“Rencana India untuk mengurangi kapasitas PLTU dan mengurangi permintaan batu bara China menyusul kebijakan Zero Covid mengakibatkan penurunan HBA pada bulan ini,” kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerjasama (KLIK) Kemenhub. Energi dan Sumber Daya Mineral, Agung Pribadi, dalam siaran pers yang dikutip Jumat (2/12).

Pergerakan HBA sejak awal tahun 2022 mencapai nilai tertingginya pada Oktober, dimana HBA naik ke level US$ 330,97 per ton. Situasi geopolitik di Eropa, dampak konflik Rusia-Ukraina yang menyebabkan fluktuasi harga gas di Eropa, menjadi faktor pendorong utama.

Produksi batu bara China meningkat tetapi perlambatan ekonomi menjadi faktor lain penurunan HBA bulan ini. Ada dua faktor turunan yang mempengaruhi pergerakan HBA, yaitu supply dan demand.

Dari segi turunan pasokan dipengaruhi oleh musim (cuaca), teknik penambangan, kebijakan negara pemasok, hingga rantai pasokan teknis seperti kereta api, tongkang, dan terminal muat.

Sedangkan faktor turunan permintaan dipengaruhi oleh penurunan permintaan listrik yang terkait dengan kondisi industri, kebijakan impor, dan persaingan dengan komoditas energi lainnya, seperti LNG, nuklir, dan air.

HBA sendiri merupakan harga yang diperoleh dari rata-rata Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Newcastle Globalcoal Index (GCNC), dan Platt’s 5900 pada bulan sebelumnya, dengan kualitas ekuivalen kalori 6322 kkal/kg GAR , 8% Kelembaban Total, 0,8% Total Belerang, dan 15% Abu.

Kemudian, harga tersebut akan digunakan langsung dalam jual beli komoditas batubara (spot) selama satu bulan di titik pengapalan Free sale on board on carrier (FOB Vessel).