liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138

Investasi Perdana Korporasi AS, Ford Masuk Proyek Smelter Nikel Vale

Investasi Perdana Korporasi AS, Ford Masuk Proyek Smelter Nikel Vale

Produsen mobil Amerika Serikat (AS), Ford Motor Co, bergabung dengan PT Vale Indonesia Tbk dan Zhejiang Huayou Cobalt dalam proyek peleburan nikel senilai US$ 4,5 miliar atau sekitar Rp 67,6 triliun di Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Smelter tersebut akan menggunakan teknologi high-pressure acid leaching (HPAL) yang akan menghasilkan 120.000 ton mixed hydroxide precipitate (MHP) per tahun, bahan baku penting untuk pembuatan baterai kendaraan listrik.

Bagi Ford, investasi ini merupakan yang pertama di kawasan Asia Tenggara karena produsen mobil semakin tertarik untuk mendapatkan bahan baku untuk memproduksi baterai kendaraan listrik. Ini merupakan salah satu upaya Ford untuk mengejar ketertinggalan dari pemimpin pasar mobil listrik dunia, Tesla.

“Ford dapat membantu memastikan bahwa nikel yang digunakan dalam baterai kendaraan listrik ditambang, diproduksi sesuai dengan standar ESG yang sama, sebagai bagian dari bisnis Ford di seluruh dunia,” ujar Chief Government Affairs Officer Ford, Christopher Smith, dalam perjanjian kemitraan dengan Vale. dan Zhejiang Huayou Cobalt, di Sorowako, Sulawesi Selatan, Kamis (30/3).

Direktur Utama Vale Indonesia Febriany Eddy mengatakan, kerja sama dengan Ford itu unik karena produsen mobil itu masuk ke bisnis hulu nikel.

Ia mengatakan dalam proyek ini Vale akan memegang 30% saham dan sisanya dikuasai oleh Ford dan Huayou. Dalam hal ini Vale akan mengoperasikan tambang nikel tersebut. Namun, dia tidak membeberkan nilai investasi yang dilakukan Ford.

“Kesepakatan terakhir yang ditandatangani adalah penyertaan modal Ford untuk investasi smelter HPAL Pomalaa. Ketiga pihak sepakat bahwa keberlanjutan ESG harus menjadi standar dan garda terdepan bagi kita semua,” ujar Febriany.

Seperti yang Anda ketahui, Indonesia telah melarang ekspor bijih nikel mentah sejak 2020 untuk memastikan pasokan bagi investor yang ada dan calon investor, selain untuk menarik pembuat EV global seperti Tesla dan Grup BYD China untuk berinvestasi.

Indonesia, yang memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, berupaya mengembangkan industri hilir logam yang pada akhirnya bertujuan untuk memproduksi baterai dan kendaraan listrik, di mana harga baterai sekitar 40%.