liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77

Pemerintah Targetkan Pensiun Dini 15 GW PLTU Bertahap Hingga 2040

Pemerintah Targetkan Pensiun Dini 15 GW PLTU Bertahap Hingga 2040

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana menghentikan pengoperasian atau pensiun dini pembangkit listrik tenaga batu bara (PLTU) hingga 15 gigawatt (GW) hingga 2040. Langkah ini merupakan salah satu cara untuk mengurangi gas rumah kaca (GRK). ) emisi dari sektor pertambangan dan listrik.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, penghentian PLTU secara bertahap atau bertahap akan melibatkan PLN melalui manuver Subholding Generation Company (Genco).

Sebagai perusahaan yang disebut-sebut sebagai perusahaan pembangkit listrik terbesar di Asia Tenggara, Genco telah mengkonsolidasikan seluruh aset pembangkit PLN di dua perusahaan yaitu PLN Indonesia Power dan PLN Nusantara Power.

“Karena itu kemarin dengan adanya dua, 15 GW dan 18 GW yang terbesar di Asia Tenggara, kita coba hitung shutdownnya pelan-pelan. Tapi ini sudah ada, ini yang kita lihat 15 GW berpotensi untuk ditutup. down,” ujar Erick dalam acara Special Event Road to G20 bersama Himpuni, Selasa (25/10).

Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah masih mengandalkan mekanisme pensiun dini PLTU selain mendorong percepatan investasi pembangkit energi terbarukan di dalam negeri.

“Baik dengan angka misalnya 6,8 GW sampai 2030 atau 2040 ini akan menjadi 15 GW. Makanya kami sangat mendorong investasi energi baru dan terbarukan (EBT),” kata Erick.

Sebelumnya, pemerintah menugaskan PT Bukit Asam (PTBA) untuk mengambil alih PLTU Pelabuhan Ratu milik PLN senilai US$ 800 juta atau sekitar Rp 12,3 triliun untuk memasuki proses pensiun dini. Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan PLTU Pacitan akan menjadi target selanjutnya untuk pensiun dini.

Arifin mengatakan pemerintah akan terus mendorong penghentian bertahap pembangkit berbahan bakar batu bara melalui akuisisi PLTU milik PLN. Mekanisme pengambilalihan PLTU PLN lama akan dilanjutkan.

“Harus lebih banyak, karena banyak PLTU yang sudah tua. Harus bertahap,” kata Arifin saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (21/10).

Arifin mengatakan skema pengalihan aset PLTU Pacitan dibuka. Artinya, akuisisi bisa dilakukan pihak swasta atau BUMN, seperti yang dilakukan PTBA. “Bisa BUMN, bisa swasta. Saat ini di Jawa banyak kelebihan listrik,” kata Arifin.

Direktur Sistem Transmisi dan Perencanaan PLN, Evy Hariyadi menjelaskan setelah PLTU Pelabuhan Ratu, mereka juga akan mencari investor untuk PLTU Pacitan 2 x 315 MW. Nilai investasi PLTU juga mencapai sekitar US$ 800 juta.

Akuisisi PLTU akan menggunakan mekanisme transisi energi atau skema ETM yang disediakan Kementerian Keuangan. “Skema PLTU Pacitan akan sama, tapi kami masih mencari investor. Jadi keduanya sekitar US$ 1,6 miliar,” kata Evy.