liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77

PTBA Bakal Ambil 51% Saham Tambang Blok Kohon Kelakon

PTBA Bakal Ambil 51% Saham Tambang Blok Kohon Kelakon

PT Bukit Asam (PTBA) menyatakan minatnya untuk mengelola tambang batu bara yang berlokasi di Blok Kohon Kelakon, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah. Tambang tersebut dulunya milik PT Asmin Koalindo Tuhup atau PT AKT yang diputus Mahkamah Agung. Direktur PTBA Arsal Ismail mengatakan perseroan akan mengambil 51% saham Blok Kohon Kelakon

“Kalau nanti kita boleh bertanding lagi, tentu PTBA mau mayoritas, kita harapkan 51% dari PTBA sendiri,” kata Arsal saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR, Selasa (12/6).

Langkah pengambilalihan ini merupakan siasat perusahaan yang sebelumnya tidak berminat mengambil alih pengelolaan blok tersebut karena potensi sumber daya batubara yang tidak sesuai dengan data yang tertulis dalam surat penawaran Menteri ESDM tertanggal 8 Juli. , 2022.

Pada 21 Juli 2022, PTBA melakukan kajian teknis dan bisnis terhadap Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK) Kohon Kelakon dan menemukan 32 juta ton potensi batubara sisa yang dapat dikelola dari Blok Kohong Telakon. Angka tersebut lebih kecil dari brosur geosains yang disampaikan dalam surat penawaran Menteri ESDM dengan rekor cadangan terbukti 44,8 juta ton.

“Berdasarkan rekomendasi rapat dengan Komisi VII pada 28 November lalu, kami sepakat membatalkan surat PTBA yang menyatakan tidak bisa menindaklanjuti penawaran prioritas WIUPK untuk Blok Kohong Telakon,” kata Arsal.

Dalam rapat 28 November lalu, komisi energi mendorong PTBA mengambil hak pengelolaan di Blok Kohong Telakon sebagai upaya ekspansi bisnis perseroan yang akan mengembangkan industri gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether atau DME.

“Kita sepakat pada rapat 28 November lalu, PTBA harus diikutsertakan, PTBA ini harus dikawal karena kita mendukung PTBA untuk program DME ke depan jadi harus banyak cadangannya,” kata Anggota Komisi VII Bambang Haryadi .

Blok Kohong Telakon merupakan kawasan pertambangan batu bara yang berdiri di atas lahan seluas 21.630 hektar. Dari luas lahan tersebut, 5.543 hektar berada di kawasan hutan lindung, 10.822,3 hektar berada di kawasan hutan produksi dan 5.264,7 hektar berada di kawasan hutan produksi terbatas. Menurut catatan Kementerian ESDM, sumber daya batu bara di Blok Kohong Telakon mencapai 305,6 juta ton dengan cadangan batu bara sebanyak 155,6 juta ton.